var id = "a60e278579490714d104cd1b8650131215a1249b"; class="post-template-default single single-post postid-83 single-format-standard no-slider content-r" layout='2'>

Diskusi Dokter: Lansia, Jangan Sampai Malnutrisi!

Malnutrisi? Malnutrisi adalah kesalahan dalam memberi asupan  di mana seseorang mengalami kekurangan, kelebihan ataupun ketidakseimbangan energi protein dan nutrisi lainnya. Meski kebanyakan orang-orang lebih sering mengaitkan malnutrisi dengan kekurangan. Adanya perubahan pada komposisi tubuh dan gangguan terhadap metabolisme disebabkan oleh malnutrisi.

WHO mencatat, salah satu kelompok yang rentan mengalami malnutrisi adalah lansia. Jika begitu, bagaimana cara mengetahui apakah malnutrisi atau tidak? Nah, berikut ini beberapa diskusi dokter mengenai tanda dan gejala jika lansia mengalami malnutrisi.

Tanda dan Gejala Malnutrisi Pada Lansia

Malnutrisi terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu ringan, sedang, berat. Tanda-tandanya begitu bervariasi, beberapa di antaranya mengalami penurunan minat terhadap makanan dan minuman, sangat mudah kelelahan, sering merasa kedinginan dan merasa sulit berkonsentrasi.

Pada kasus malnutrisi ringan gejala yang tampak seperti adanya penurunan jaringan otot dan lemak. Hal itu bisa terlihat dari semakin mengecilnya diameter paha dan lengan lansia.

Tak hanya itu, malnutrisi bisa menyebabkan lamanya penyembuhan luka karena nutrisi yang diperlukan tubuh untuk memperbaiki sel-sel tubuh kurang atau tidak terpenuhi dengan baik.

Jika ditinjau dari psikis, lansia dengan kasus malnutrisi lebih mudah tersinggung dan mengalami depresi.

Penyebab Malnutrisi pada Lansia

Kondisi malnutrisi pada lansia bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

Sensitivitas indra pengecap dan penghirup pada lansia cenderung menurun sehingga dapat menurunkan nafsu makan. Rapuhnya gigi dan jumlahnya yang menjadi lebih sedikit menyebabkan lansia kesulitan mengunyah makanan.

Menurunnya ketajaman indra penglihatan dan pendengaran. Berkurangnya aktifitas fisik sehingga mengalami kesulitan dalam mendapatkan dan mengolah makanan jika tidak ada bantuan. Adanya penyakit kanker, diabetes, penyakit jantung dan depresi. Lansia rentan terserang penyakit, sehingga lansia cenderung mengonsumsi obat-obatan. Nah, beberapa obat  tertentu juga bisa menyebabkan menurunnya nafsu makan.

Mencegah Malnutrisi pada Lansia

Kondisi malnutrisi sebenarnya bisa menjangkiti siapa saja, tetapi risikonya jauh lebih tinggi pada lansia. Tak perlu khawatir, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya malnutrisi, yaitu

  1. Makanan bergizi

Alternatif terbaik untuk mencegah terjadinya malnutrisi pada lansia adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi tinggi. Seseorang yang telah berusia lanjut membutuhkna asupan kalori yang lebih sedikit, sehingga alangkah baiknya diberikan gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh.

Beberapa lansia mungkin mengalami penurunan nafsu makan, jadi usahakan tetap memberi asupan sehat tapi sesuai dengan selera.

  1. Camilan Sehat

Camilan sehat juga diperlukan untuk menunjang asupan pada lansia. Mengonsumsi cemilan ini sebaiknya dilakukan di antara waktu makan. Camilan sehat ini sangat bagus jika mengingat lansia yang susah makan. Nah, cemilan sehat yang cocok di antaranya buah atau jus.

  1. Suplemen

Tak hanya bersumber dari makanan, kebutuhan nutrisi pada lansia juga bisa dipenuhi dari suplemen. Dalam hal ini pemilihan suplemen bisa dilakukan dengan diskusi dokter di aplikasi Klikdokter sehingga sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh memang sangat penting. Jika Anda atau keluarga merasa mengalami gejala-gejala malnutrisi, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter. Hal ini sangat perlu apabila malnutrisi Anda tergolong parah. Anda bisa diskusi dokter di aplikasi Klikdokter. Unduhlah di Play Store untuk memudahkan Anda mendapatkan informasi seputar kesehatan dan tanya jawab dengan dokter professional. Meskipun, malnutrisi ringan Anda hanya bisa diatasi dengan memperbaiki pola makan dan asupan yang bergizi, tidak ada salahnya meminta saran dokter untuk mendapatkan resep menu seimbang.

 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>